Kisah Seorang Resepsionis

Seorang dekan sebuah kampus kejuruan sedang membawa seorang karyawan baru berkeliling kantor. Ketika ia memperkenalkan setiap karyawan, seorang resepsionis tanpa sengaja mendengar bahwa...

Share artikel ini, klik:

John Maxwell Indonesia – Seorang dekan sebuah kampus kejuruan sedang membawa seorang karyawan baru berkeliling kantor. Ketika ia memperkenalkan setiap karyawan serta menjelaskan jabatan masing-masing, resepsionis kantor tanpa sengaja mendengarnya mengatakan bahwa jabatan dirinya sebagai seorang resepsionis sangat penting.

Resepsionis tersebut lalu berkomentar, “Jabatan saya tidak penting. Setiap hari, tugas terpenting saya hanyalah membuat laporan.

Tanpa kamu,” jawab sang dekan, “universitas ini tidak akan ada. Semua mahasiswa baru pasti menemui kamu terlebih dahulu. Jika mereka tidak menyukaimu, mereka juga tidak akan menyukai kampus ini. Jika mereka tidak menyukai kampus ini, mereka tidak akan berkuliah di sini, dan kita akan segera kehabisan mahasiswa. Dan mungkin saja, kita harus menutup kampus ini.

Wah! Saya belum pernah menyadarinya,” jawab sang resepsionis, yang tampak lebih percaya diri dan duduk lebih tegak di meja kerjanya saat menjawab panggilan telepon.

Pimpinan departemennya tidak pernah menjelaskan betapa pentingnya pekerjaannya. Ia tidak pernah menggambarkan kontribusi sang resepsionis bagi organisasi. Dengan memahami gambaran besar dari peranan yang dianggap kecil pada awalnya, sang resepsionis akhirnya merasa pekerjaannya bermakna.

Sumber: John Maxwell’s Developing the Leaders around You (2005)

Talk-it Over

  • Apakah Anda mereview bilamana tim Anda memahami makna spesifik pekerjaannya bagi kemajuan perusahaan?
  • Bila Anda mempercayakan tim Anda pada seorang manager, kapan terakhir kali Anda mengetahui bahwa manager Anda menjelaskan gambaran besar pekerjaan pada tim yang dipimpinnya?

Butuh ide untuk bisnis Anda? Baca saja ide-bisnis.com

Share artikel ini, klik: