Kejujuran di Tempat Kerja: Resep Sukses no 1

Mengapa kejujuran menjadikan Anda magnet sukses?

Kejujuran di tempat kerja: apakah masih penting di masa kini? Kejujuran di dunia kerja telah menjadi sesuatu yang langka. Bahkan orang-orang jaman sekarang lebih dikejutkan dengan tindakan kejujuran dibanding kejahatan.

dompet hilang di indonesia

Ambillah contoh dompet yang tertinggal di toilet mal. Bila kita sama dengan kebanyakan orang, kita akan buru-buru memblokir semua kartu ATM dan kartu kredit, karena merasa sudah pasti dompet itu diambil orang lain dan tidak dikembalikan. Justru kita akan terkejut bila ada orang yang mencari kita untuk mengembalikan dompet tersebut dengan isi yang masih utuh.

Hal ini dikonfirmasi juga oleh publikasi penelitian Cohn, et.al di Jurnal Science pada 05 Juli 2019. Alain Cohn dan tiga koleganya menguji perilaku masyarat di 355 kota di 40 negara dengan menjatuhkan 17,000 dompet berisi uang dengan beragam nominal.

penelitian cohn

Dari masyarakat 40 negara yang diuji, Indonesia berada di posisi 33. Dimana semakin kecil jumlah uangnya, peluang dikembalikan dompet tersebut semakin kecil (15%); dan menjadi 35% saat jumlah uang dalam dompet semakin besar. Cohn menemukan bahwa pelaku yang mengembalikan dompet rata-rata mengatakan bahwa semakin banyak isi dompet yang terjatuh, semakin mereka berasa mencuri bila tidak mengembalikan.

Tidak Jujur dalam Hal Kecil

Dengan kata lain, kebanyakan orang merasa bahwa tidak jujur dalam hal kecil itu boleh saja. Yang menjadi masalah, segala kesalahan besar biasanya bermula dari kesalahan kecil.

  • Diawali dari berbohong kecil tentang alasan terlambat ke kantor, menjadi kebohongan besar korupsi waktu kantor untuk bekerja di tempat lain.
  • Diawali dari ketidakjujuran kecil tentang penggunaan uang petty cash, menjadi ketidakjujuran besar menggelapkan uang perusahaan sampai ratusan juta.
  • dan banyak contoh-contoh lainnya.

Saat ketidakjujuran yang kecil sudah nyaman untuk kita lakukan, saat tidak lagi membuat kita deg-degan takut ketahuan, tanpa disangka kita sudah terjebak dalam kondisi ketidakjujuran yang fatal.

Mungkin itu sebabnya kita mengenal prinsip ini:

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar

Tiga Jenis Kejujuran di Tempat Kerja

Dalam dunia kerja, kejujuran akan membuat Anda berpotensi menjadi pemimpin. Kejujuran membuat kualitas kepemimpinan Anda semakin nyata. Semakin Anda bisa dipercaya karena kejujuran Anda, orang lain akan semakin yakin untuk mengikuti Anda.

Namun, apa maksudnya jujur di tempat kerja? Dalam artikel ini, saya akan mengupas tiga jenis kejujuran yang perlu Anda dan saya semakin giat bangun di tempat kerja:

1. Jujur akan Kelemahan yang dialami

Baik pemilik bisnis dan karyawan, keduanya sering jatuh dalam kesalahan yang sama ini: terlalu menjaga image.

Banyak pemimpin yang menjaga jarak dari para karyawan mereka, dan menutupi kekuatiran atau kesalahan mereka. Semua dilakukan untuk menjaga sesuatu yang disebut “wibawa“. Sayangnya, saya menemukan pemimpin-pemimpin sedemikian kecapekan dalam membuat para karyawannya menghormati mereka.

Pemimpin yang sibuk menjaga image sebenarnya bisa merasakan bahwa wibawanya hanya sekedar kosmetik karena ia tahu karyawannya tidak sungguh-sungguh respek. Karyawan kita pada intinya membutuhkan ‘a leader who is always real than always right’.

Namun, para karyawan pun melakukan kekeliruan yang sama. Tidak mau mengakui bahwa diri mereka tidak mengerti akan suatu hal, dan enggan bertanya, agar tidak terlihat bodoh dalam bekerja. Sayangnya juga, hal ini biasa berakhir dengan masalah yang lebih besar karena sudah menggulung.

Bagaimana Rupa Kejujuran tentang Kelemahan?

Ini berarti Anda bersedia meminta tolong dari orang lain (atasan, rekan kerja, tim) saat mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Berkata bahwa “saya tidak mengerti, tolong ajari saya” adalah kejujuran yang membantu. Ini juga berarti Anda segera mengakui kontribusi Anda akan kegagalan dalam pekerjaan. Ini pun berarti Anda tidak menghindari kesempatan untuk belajar atau mengikuti pelatihan yang disediakan oleh kantor – khususnya untuk topik-topik yang dinilai orang lain merupakan titik lemah Anda.

seorang pekerja wajib memiiki kejujuran agar

2. Kejujuran dalam Komunikasi

Kejujuran dalam komunikasi menghasilkan efesiensi, produktivitas dan kualitas kerja yang lebih tinggi. Saat Anda jujur dalam komunikasi Anda – baik dari segi data, pendapat atau pengalaman – masalah-masalah disadari dan juga diselesaikan dengan lebih cepat.

Sayangnya dalam dunia kerja, politik kantor biasanya membuat Anda atau orang lain menahan informasi yang sebenarnya sudah tersedia sejak lama. Praktek lain dari ketidakjujuran dalam komunikasi adalah menutupi “kenakalan” rekan kerja terkait absensi atau jam makan siang. Pertama kali Anda hanya menutupi “ketidakjujuran kecil”, namun akhirnya bisa menjadi ketidakjujuran yang signifikan.

Dalam budaya Timur, para karyawan cenderung tidak berani mengkritik atau memberikan masukan tentang buruknya kinerja rekan kerjanya. Namun ketidakjujuran semacam ini malah merugikan lima pihak: diri sendiri, karyawan tersebut, karyawan lainnya, perusahaan dan juga customer.

Bagaimana Rupa Kejujuran dalam Komunikasi?

Ini berarti Anda tidak menyimpan data atau informasi yang sebenarnya bisa membuat perusahaan segera sadar akan masalah yang akan datang, namun Anda menyampaikannya pada orang yang tepat. Ini berarti Anda tidak mengunci mulut saat perlu berpendapat tentang sesuatu dalam perusahaan. Ini berarti Anda tidak menahan informasi bilamana Anda memiliki pengalaman yang bisa menjadi titik problem solving

3. Kejujuran saat ada Pencurian

Saat kita memahami bahwa perusahaan adalah tempat kita mencari makan bersama;
Saat kita mengerti bahwa kita berada di perahu yang sama dalam badai yang sama akibat pandemi Covid-19 ini;
di saat itulah kita tidak boleh tutup mata dan tutup mulut terkait ketidakjujuran yang dilakukan rekan kerja.

Bisa jadi rekan kerja mencuri dengan cara:

  • mengurangi jumlah barang yang dikirim ke customer untuk dijual sendiri.
  • mencuri barang dari gudang atau kantor.
  • memakai uang tagihan customer, walau dikembalikan pada awalnya.
  • membuat invoice palsu
  • dan berbagai kecurangan lainnya.

Siapa pun yang dirugikan secara langsung, baik itu customer atau boss kita – tetap saja perahu yang sama akan tenggelam pada akhirnya. Dan itu berarti perahu yang membuat kita bisa menafkahi keluarga kita selama ini. Ada seorang karyawan perusahaan oil and gas yang saya kenal, yang memiliki prinsip untuk tidak bermain “sampingan” yang konon bisa membuat keluarganya lebih sejahtera. Keputusannya mungkin tidak membuat dia kaya raya, tetapi membuat ia didengarkan oleh bossnya sehingga bossnya tidak melakukan PHK saat pandemi ini berlangsung.

Bagaimana Rupa Kejujuran tentang Kelemahan?

Ini berarti Anda berani menegur rekan kerja yang mencuri dari perusahaan atau customer. Ini berarti Anda berkata tidak pada korupsi. Dan ini berarti Anda menemukan cara untuk menyampaikan tindakan pencurian itu kepada atasan Anda.

Renungan

Kejujuran memang sudah langka di masa kini. Dan ketidakjujuran dimulai dari hal-hal kecil, yang pada akhirnya menjadi belenggu yang mengikat kita dengan masalah-masalah besar. Akan tetapi bukan berarti kejujuran tidak lagi bermanfaat bagi sukses Anda. Kejujuran pada akhirnya akan membuat hidup Anda lebih berkah, bisa hidup tenang dan dihormati oleh orang-orang yang penting dalam hidup Anda.

Selamat membangun kejujuran!

Coach Danny

Baca juga

cuek pangkal kelelep

Download FREE coloring page ini, bagi-bagi ke tim Anda di kantor untuk memotivasi mereka agar:

  1. Stop Cuek dari membantu teman yang kerja keras sendirian
  2. Stop Cuek saat tahu ada teman kerja yang mencuri dari perusahaan.

Download FREE versi original tanpa watermark di http://bit.ly/kelelep

Coach Danny is a John Maxwell Team Coach, Speaker and Trainer.