Semakin sering kita bereaksi terhadap hal yang mendesak, semakin banyak keadaan mendesak yang kita ciptakan sendiri.
Ini disebut paradoks urgensi. Kita mengira bahwa dengan selalu memadamkan “kebakaran”, bisnis menjadi lebih terkendali.
Kenyataannya justru sebaliknya.
Kebiasaan bekerja secara reaktif membuat sistem tidak pernah dibangun, masalah yang sama terus berulang, dan perusahaan menjadi bergantung pada respons cepat pemilik.
Jadi masih ingin cepat-cepat bereaksi?
Paradoks adalah keadaan ketika sesuatu yang tampak benar atau masuk akal pada awalnya, tetapi menghasilkan kenyataan yang justru berlawanan dengan yang kita harapkan.