Pasar adalah cermin. Anda mendapatkan tipe customer sesuai dengan sinyal yang Anda pancarkan.
Jika Anda tidak suka pembeli yang hobi menawar sadis, berhentilah jualan dengan iming-iming diskon gila-gilaan. Jangan pernah.
Jika Anda benci konsumen yang tidak loyal, jangan gunakan taktik click-bait di konten Anda atau janji manis yang tak terbukti.
Jika Anda jengkel dengan customer yang menuntut harga murah tetapi minta pelayanan kelas atas, berhentilah memposisikan bisnis Anda sebagai yang “paling murah”.
Kita sering mengeluhkan perilaku customer, padahal cara promosi kitalah yang mendidik mereka (ini termasuk cara sales kita memperlakukan mereka).
Jika ingin mengubah profil pembeli, Anda harus beralih ke strategi marketing berbasis nilai.
Pasar Anda bereaksi sangat cepat terhadap aksi nyata, tetapi tidak peduli pada harapan Anda. Ketika marketing bisnis Anda berbasis value, Anda berhenti menarik pembeli oportunis dan mulai mendatangkan customer yang menghargai kualitas produk Anda.
Penerapan promosi berbasis value ini terlihat jelas dalam eksekusi lapangan, misalnya beberapa contoh berikut.
Kafe yang bergantung pada diskon hanya meramaikan ruangan dengan pengunjung yang membeli satu minuman termurah untuk menumpang Wi-Fi selama enam jam. Sebaliknya, kafe yang menjalankan strategi marketing berbasis nilai memfokuskan komunikasinya pada konsistensi rasa, kenyamanan, dan pelayanan. Hasilnya, mereka menarik pelanggan yang rela membayar harga penuh demi pengalaman sepadan.
Fashion lokal di E-Commerce yang memasang label “Termurah se-Indonesia” hanya mengundang pembeli yang akan berpindah ke toko sebelah demi selisih harga seribu rupiah. Namun, brand yang menerapkan komunikasi berbasis value lewat storytelling, edukasi bahan, dan layanan purnajual prima berhasil membangun basis konsumen yang loyal.
Pemasaran bisnis skala menengah masa kini bukan tentang berteriak paling keras di tengah keramaian atau memotong harga paling dalam. Keberhasilan pemasaran bertumpu pada kejelasan nilai yang Anda tawarkan kepada konsumen.
Mulai sekarang, jalankan strategi marketing berbasis nilai secara konsisten dan berhentilah memberi makan pasar dengan taktik murah.
Ingatlah prinsip ini: Communication is the response you get. Cara Anda berkomunikasi – termasuk reaksi diskon, pesan promosi, hingga batas toleransi pelayanan yang Anda tetapkan – menentukan customer jenis apa yang merespon pada marketing Anda.
Coach Danny Wiradharma
Baca juga: