Ada dua cara menghadapi kompetitor:
Pertama, turuti apa yang customer minta, termasuk yang kurang fair untuk bisnis Anda. Lakukan kompromi agar customer pasti membeli, termasuk saat berhadapan dengan customer yang sering menunggak. Berikan diskon agar lebih murah dan terjangkau. Intinya, kalahkan kompetitor dan menangkan ordernya.
Atau,
Anda bisa memusatkan pada customer yang peduli akan kualitas produk Anda. Memahami apa yang mereka inginkan, melayani mereka lebih baik. Sebagai dampaknya, mereka bukan hanya rela mengabaikan penawaran harga murah dari kompetitor dan membeli dari Anda — namun mereka akan bercerita tentang Anda pada yang lain.
Stop perang harga, mulai memahami customer.
Stop diskon, mulai konsentrasi pada customer baik.
– Coach Danny Wiradharma
Artikel ini diupdate dari versi 26 Juni 2023.
Mengapa Menghadapi Kompetitor Tidak Selalu Harus Lewat Diskon?
Artikel saya di atas menegaskan bahwa menghadapi kompetitor bukanlah soal siapa yang paling berani merusak harga. Ketika Anda memilih cara kedua (baca: marketing berbasis nilai), Anda sedang membangun benteng bisnis yang lebih kuat dan tahan lama.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa fokus pada kualitas customer lebih efektif saat menghadapi kompetitor:
-
Melindungi Margin Keuntungan Bisnis: Terlalu sering memberikan diskon demi menghadapi kompetitor hanya akan mengikis profit margin. Bisnis yang sehat membutuhkan keuntungan yang cukup untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
-
Membangun Loyalitas Pelanggan (Customer Retention) Customer yang membeli hanya karena harga murah akan mudah berpindah saat ada pesaing lain yang menawarkan harga lebih murah. Sebaliknya, customer yang datang karena kualitas dan pelayanan akan tetap setia meski Anda tidak memberikan diskon.
-
Menciptakan Pemasaran Organik (Word of Mouth) Saat Anda melayani customer dengan sangat baik, mereka tidak hanya menjadi pembeli loyal, tetapi juga promotor gratis bagi bisnis Anda. Ini adalah senjata paling ampuh dalam menghadapi kompetitor di industri mana pun.
Jadi, mulailah berinvestasi pada peningkatan kualitas produk dan pengalaman pelanggan daripada terjebak dalam perang harga yang merugikan. (Coach Danny)