Lima hal yang perlu Anda hindari dalam business planning di 2017

Menjelang akhir tahun 2016, apa rencana bisnis Anda untuk 2017. Bacalah 5 hal yang perlu Anda hindari dalam business planning agar bisnis Anda gesit dan tangguh di 2017.

Share artikel ini, klik:

Ide-Bisnis.com | Saat Anda membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda sedang berada di pertengahan bulan November menjelang akhir tahun 2016. Apa artinya itu bagi Anda yang berbisnis? Ya, evaluasi bisnis dan perencanaan bisnis untuk menghadapi tahun depan.

Ah, sepertinya 2017 menyimpan tantangan tersendiri untuk bisnis di Indonesia – apalagi dengan ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak pada Indonesia. Mulai dari Brexit di Inggris mid 2016 lalu, lalu pemilu presiden Amerika yang membawa figur kontroversial Donald Trump sebagai orang nomor 1 di negeri Paman Sam, sampai ke Pilkada DKI di Februari 2017 nanti – membuat perencanaan bisnis tidak semudah biasanya.

Nah, saya berharap Anda akan terbantu dengan artikel bisnis ini dalam merencanakan sukses Anda di 2017.

Saya mencoba mengemaskan dengan lima larangan yang perlu Anda hindari saat melakukan perencanaan bisnis:

Pertama, Jangan Andalkan Rencana Bisnis.

Image from www.pexels.com | www.ide-bisnis.com

Bila Anda seperti kebanyakan pemimpin bisnis, maka Anda akan setuju bahwa hanya sedikit bisnis yang benar-benar melakukan apa yang telah mereka rencanakan.

Dalam rapat-rapat kerja, direksi dan manajemen sibuk berasumsi bahwa business plan mereka akan mengarahkan apa yang akan mereka lakukan. Namun, asumsi bisa (baca: seringkali) salah dan keadaan pasar dinamis yang membuat rencana bisnis berubah juga.

Rapat kerja perencanaan bisnis itu perlu dilakukan, namun emphasis dari Anda perlu bergeser dari pembuatan kalendar kerja kepada intisari dari perencanaan itu sendiri: mengenali bisnis Anda kembali. Misalnya, melalui proses perencanaan bisnis, Anda kembali mencoba mengenali apa keadaan pasar, kondisi/ profil customer, kekuatan tim dan sebagainya.

Produk utama perencanaan bisnis, bukanlah ‘rencananya’ –  namun bahwa Anda mengambil waktu untuk belajar, saling mengasah dan proaktif.

Tips: Fokuskan perencanaan bisnis Anda kepada goal yang SMART (Specific-Measurable-Achievable-Result-oriented-Time-framed), kemudian tentukan batasan-batasan investasi finansial dan sumberdaya yang Anda bisa keluarkan untuk mencapai goal tersebut. Sisanya, biarkan tim manager Anda memikirkan strategi-strategi dalam batasan-batasan itu.

Kedua, Jangan Membuat Rencana untuk Setahun.

Lima hal yang perlu Anda hindari dalam business planning di 2017 | Image from www.pexels.com | www.ide-bisnis.com

Dengan era teknologi dan pasar terbuka seperti sekarang ini, saya menyarankan Anda untuk super-dinamis dalam perencanaan. Anda akan tiba ke goal Anda lebih cepat dari yang Anda bayangkan (dan terkadang ‘menyadari bahwa goal Anda keliru’ lebih cepat dari biasanya).

Buatlah goal-goal bisnis yang berjangka pendek, seperti 60 hari atau 90 hari. Itu adalah jarak yang mungkin Anda masih bisa terka, dibandingkan Anda mencoba menerka masa depan dengan jarak yang jauh.

Tips: Fokuskan rencana jangka pendek Anda untuk menemukan apa yang customers Anda inginkan (atau keluhkan) dan penuhi itu. Continuous improvement setiap periode sekuartal dan Anda akan menemukan 2017 lebih cepat berlalu, namun lebih produktif.

Ketiga, Jangan Takut Berkhayal Nekat (dan Konyol).

Image from www.pexels.com | www.ide-bisnis.com

Anda penggemar Starbucks? Saya juga, dan seringkali bingung kenapa saya rela bayar secangkir kopi seharga 40ribuan. Namun bila pencipta Starbucks berpikir seperti saya, mungkin Starbucks tidak seperti sekarang ini.

Pendiri Starbucks rela “konyol” dengan menciptakan trend baru. Perhatikan betapa setiap beberapa bulan, Starbucks selalu muncul dengan nama baru untuk menu-menu mereka, yang tetap berbahan dasar kopi.  Orang-orang suka sesuatu yang baru walaupun harus membayar lebih mahal.

Tips: berani ‘konyol’ bisa diterjemahkan "bertanya pada diri Anda: apa yang mungkin saya kemas menjadi baru?" Anda mengizinkan ide itu dieksplorasi dan bisa jadi menemukan cara untuk mengemasnya dengan ‘mahal’.

Keempat, Jangan Ingin Sempurna.

Image from www.pexels.com | www.ide-bisnis.com

Dorce Gamalama berkata bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan remaja-remaja berkata bahwa Sempurna itu milik Andra and the Backbone. Well, saya hanya bercanda di sini. (Anda sepertinya bisa menebak saya lahir di zaman apa dari contoh yang barusan saya gunakan ya)

Namun mencoba untuk mendapatkan rencana bisnis yang sempurna akan menjebak Anda dalam keruwetan yang tidak perlu.

Di ruangan meeting yang penuh dengan orang-orang pintar, bagaimana Anda bisa benar-benar sempurna memperoleh ‘kesepakatan yang sempurna’? Yang kebanyakan terjadi adalah pihak-pihak yang dominan akan menyempurnakan ide mereka dengan pihak-pihak lain menyempurnakan dukungan pasif.

Dan kalau pun mereka berusaha memperoleh ‘kesepakatan yang sempurna’ itu – berapa lama waktu yang perlu diinvestasikan untuk hal itu? Dan bagaimana nanti kesepakatan itu bisa dijalankan dengan sempurna juga?

Tips: ubah penekanan Anda kepada ‘unggul’ (excellence). Lebih unggul dua kali lipat dari tiga bulan lalu. Lebih cepat dua kali lipat untuk layanan pelanggan, dan seterusnya. Temukan apa yang customer Anda ‘lebih’ sukai dan tambahkan dosisnya secara teratur. Ini saatnya lebih unggul dari ‘sempurna’.

Kelima, Jangan Pakai Kacamata Internal

Image from www.pexels.com | www.ide-bisnis.com

Banyak klien saya yang menemukan strategi unggulannya saat mencoba menjadi ‘musuh’ bagi bisnis mereka sendiri. Istilah kerennya menjadi sang ‘devil’s advocate’. Saya suka bertanya seperti ini, bila Anda adalah kompetitor Anda: “apakah yang akan Anda lakukan untuk menghabisi bisnis Anda sendiri?”

Apakah mata rantai terlemah dalam bisnis Anda: marketing, operasional, finance? Apa yang bisa saya temukan dan menghancurkan mata rantai itu sehingga ‘kompetitor’ saya menang?

Jangan stop hanya di sini tentunya. Pertanyaan berikutnya adalah (coba Anda terka?): apa yang harus mulai saya lakukan/ stop lakukan, untuk bisa menghilangkan kelemahan bisnis saya itu?

Tips: melakukan ini tidak mudah, karena jawaban nomor satu Anda adalah “HARGA”. Jadi selain daripada ‘harga’, kelemahan apa dari bisnis Anda yang akan Anda serang bila Anda adalah ‘kompetitor’?

Untuk Anda renungkan 🙂

Perencanaan bisnis bisa menjadi rutinitas belaka, namun Anda bisa mengubahnya untuk tahun 2017. Merangkul kenyataan bahwa bisnis adalah sangat dinamis, perlu konyol dan nekat dan unggul, akan membuat Anda memandang bisnis yang Anda kelola atau pimpin lebih baik lagi – sehingga kompetitor Anda tidak punya kesempatan untuk menghantam Anda.

Selamat berencana!

Your Coach
Danny

Visit Ide-Bisnis.com untuk tips dan ide prakis tentang cara menjalankan bisnis, leadership, manajemen dan inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda.


Sign Up Newsletter kami dan dapatkan FREE E-Book

* indicates required



Share artikel ini, klik: