Membuat Business Plan? Hindari 5 hal ini *UPDATED*

Bagaimana cara membuat business plan? Anda mungkin mudah menemukan panduannya di Google Search. Dalam artikel ide-bisnis.com kali ini, kita justru akan belajar hal-hal untuk dihindari saat membuat business plan.

membuat business plan 2022

Pertama, Jangan Andalkan Rencana Bisnis.

Bila Anda seperti kebanyakan pemimpin bisnis, maka Anda akan setuju bahwa hanya sedikit bisnis yang benar-benar melakukan apa yang telah mereka rencanakan.

Dalam rapat-rapat kerja, direksi dan manajemen sibuk berasumsi bahwa business plan mereka akan mengarahkan apa yang akan mereka lakukan. Namun, asumsi bisa (baca: seringkali) salah dan keadaan pasar dinamis yang membuat rencana bisnis berubah juga.

Rapat kerja perencanaan bisnis itu perlu dilakukan, namun emphasis dari Anda perlu bergeser dari pembuatan kalendar kerja kepada intisari dari perencanaan itu sendiri: mengenali bisnis Anda kembali. Misalnya, melalui proses perencanaan bisnis, Anda kembali mencoba mengenali apa keadaan pasar, kondisi/ profil customer, kekuatan tim dan sebagainya.

Produk utama perencanaan bisnis, bukanlah ‘rencananya’ –  namun bahwa Anda mengambil waktu untuk belajar, saling mengasah dan proaktif.


Kedua, Jangan Membuat Rencana untuk Setahun.

Dengan era teknologi dan pasar terbuka seperti sekarang ini, saya menyarankan Anda untuk super-dinamis dalam perencanaan. Anda akan tiba ke goal Anda lebih cepat dari yang Anda bayangkan (dan terkadang ‘menyadari bahwa goal Anda keliru’ lebih cepat dari biasanya).

Buatlah goal-goal bisnis yang berjangka pendek, seperti 60 hari atau 90 hari. Itu adalah jarak yang mungkin Anda masih bisa terka, dibandingkan Anda mencoba menerka masa depan dengan jarak yang jauh.

Tips: Fokuskan rencana jangka pendek Anda untuk menemukan apa yang customers Anda inginkan (atau keluhkan) dan penuhi itu. Continuous improvement setiap periode sekuartal dan Anda akan menemukan tahun bisnis kali ini lebih cepat berlalu, namun lebih produktif.


Ketiga, Jangan Takut Berkhayal Nekat (dan Konyol).

Anda penggemar Starbucks? Saya juga, dan seringkali bingung kenapa saya rela bayar secangkir kopi seharga 40-50ribuan. Namun bila pencipta Starbucks berpikir seperti saya, mungkin Starbucks tidak seperti sekarang ini.

Pendiri Starbucks rela “konyol” dengan menciptakan trend baru. Perhatikan betapa setiap beberapa bulan, Starbucks selalu muncul dengan nama baru untuk menu-menu mereka, yang tetap berbahan dasar kopi.  Orang-orang suka sesuatu yang baru walaupun harus membayar lebih mahal.

Tips: berani ‘konyol’ bisa diterjemahkan “bertanya pada diri Anda: apa yang mungkin saya kemas menjadi baru?” Anda mengizinkan ide itu dieksplorasi dan bisa jadi menemukan cara untuk mengemasnya dengan ‘mahal’.


Keempat, Jangan Ingin Sempurna.

Dorce Gamalama berkata bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan remaja-remaja berkata bahwa Sempurna itu milik Andra and the Backbone. Well, saya hanya bercanda di sini. (Anda sepertinya bisa menebak saya lahir di zaman apa dari contoh yang barusan saya gunakan ya)

Namun mencoba untuk mendapatkan rencana bisnis yang sempurna akan menjebak Anda dalam keruwetan yang tidak perlu.

Di ruangan meeting yang penuh dengan orang-orang pintar, bagaimana Anda bisa benar-benar sempurna memperoleh ‘kesepakatan yang sempurna’? Yang kebanyakan terjadi adalah pihak-pihak yang dominan akan menyempurnakan ide mereka dengan pihak-pihak lain menyempurnakan dukungan pasif.

Dan kalau pun mereka berusaha memperoleh ‘kesepakatan yang sempurna’ itu – berapa lama waktu yang perlu diinvestasikan untuk hal itu? Dan bagaimana nanti kesepakatan itu bisa dijalankan dengan sempurna juga?

Tips: ubah penekanan Anda kepada ‘unggul’ (excellence). Lebih unggul dua kali lipat dari tiga bulan lalu. Lebih cepat dua kali lipat untuk layanan pelanggan, dan seterusnya. Temukan apa yang customer Anda ‘lebih’ sukai dan tambahkan dosisnya secara teratur. Ini saatnya lebih unggul dari ‘sempurna’.


Kelima, Jangan Pakai Kacamata Internal

Banyak klien saya yang menemukan strategi unggulannya saat mencoba menjadi ‘musuh’ bagi bisnis mereka sendiri. Istilah kerennya menjadi sang ‘devil’s advocate’. Saya suka bertanya seperti ini, bila Anda adalah kompetitor Anda: “apakah yang akan Anda lakukan untuk menghabisi bisnis Anda sendiri?”

Apakah mata rantai terlemah dalam bisnis Anda: marketing, operasional, finance? Apa yang bisa saya temukan dan menghancurkan mata rantai itu sehingga ‘kompetitor’ saya menang?

Jangan stop hanya di sini tentunya. Pertanyaan berikutnya adalah: apa yang harus mulai saya lakukan/ stop lakukan, untuk bisa menghilangkan kelemahan bisnis saya itu?

Tips: melakukan ini tidak mudah, karena jawaban nomor satu Anda adalah “HARGA”. Jadi selain daripada ‘harga’, kelemahan apa dari bisnis Anda yang akan Anda serang bila Anda adalah ‘kompetitor’?

Untuk Anda renungkan 🙂

Perencanaan bisnis bisa menjadi rutinitas belaka, namun Anda bisa mengubahnya untuk tahun ini. Merangkul kenyataan bahwa bisnis adalah sangat dinamis, perlu konyol dan nekat dan unggul, akan membuat Anda memandang bisnis yang Anda kelola atau pimpin lebih baik lagi – sehingga kompetitor Anda tidak punya kesempatan untuk menghantam Anda.

Selamat berencana!

Your Coach
Danny


Undang Coach Danny

Undang Coach Danny untuk memandu Anda dan tim manajemen membuat business plan. Kami memiliki program Management Advance dengan durasi 1 hari atau 2 hari, dengan panduan lengkap mulai dari business plan marketing, sales, service sampai kepada tim dan sistem. Hubungi kami di sini.

Coach Danny is a John Maxwell Team Coach, Speaker and Trainer.