Kepribadian Orang Dominan: Tegas, Bukan Arogan

Share artikel ini, klik:

Seringkah Anda mendengar bahwa kepribadian orang dominan itu arogan? Banyak business owner yang saya temui memiliki pandangan seperti ini. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Sebagai Business Coach, saya sering bekerja dengan para leader berprofil Dominan dalam DISC Personality Profile. Mereka biasanya:

  • kompetitif dan ingin menang,
  • blak-blakan dalam menyampaikan pendapat,
  • serta bergerak cepat untuk mencapai tujuan.

Karena sifat-sifat ini, muncul kesan bahwa kepribadian orang dominan itu arogan. Tapi, apakah benar begitu?

Jawabannya: tidak selalu. Mari kita bahas lebih dalam.

Arogansi adalah soal kedewasaan, bukan kepribadian

Arogansi muncul dari sikap yang belum dewasa—bukan dari DISC Profile. Dalam 15+ tahun pengalaman saya, ada banyak klien berprofil Dominan yang dewasa dan rendah hati. Demikian juga ada yang belum dewasa. Hal yang sama berlaku untuk profil I, S, maupun C.

Gaya menunjukkan “arogan” berbeda-beda

Ketika orang berprofil Dominan belum dewasa, mereka bisa terlihat memaksakan kehendak, terburu-buru, atau meremehkan hal kecil. Itu yang membuat orang lain menilai kepribadian orang dominan arogan.

Namun, setiap profil punya versi “arogannya” sendiri:

  • Profil I: sensitif, mudah tersinggung.

  • Profil S: menunjukkan “lebih peduli” tapi kadang berlebihan.

  • Profil C: bisa sinis atau mendiamkan orang lain.

Artinya, bukan cuma profil Dominan yang bisa terlihat arogan.

Baca juga: Ciri-ciri Orang Dominan

Kedewasaanlah yang membuat perbedaan

Kuncinya ada di satu hal: apakah kita mau meluangkan waktu untuk memahami sudut pandang orang lain?

Saya pernah menyaksikan klien berprofil D yang dengan rendah hati meminta maaf pada karyawan atau partner setelah menyadari dampak tindakannya.

Itu tanda kedewasaan.

Sebaliknya, saya juga menemui klien non-D yang manis di depan, tapi merebut prestasi karyawannya agar bisa dipuji orang lain. Atau juga yang memperlakukan karyawannya tanpa respek.

Jadi jelas, kepribadian orang dominan tidak otomatis arogan.

Kesimpulan

Untuk Anda para business owner dengan kepribadian orang dominan, jangan buru-buru menerima label “arogan”.

Justru dengan kesadaran dan kedewasaan, Anda bisa menjadi pemimpin yang tegas, jelas, dan dihormati.

Tips sederhana dari saya: cobalah “detox leadership” dengan meluangkan waktu lima menit ekstra untuk memahami perspektif orang lain sebelum membuat keputusan. 

Selamat memimpin dengan dominan, tapi tanpa arogansi!

Your Coach,
Danny Wira Dharma

Mengenali Profil Dominan dalam DISC Personality Profile

Peranan dalam tim:

  • penggerak tim ke arah tertentu
  • bersifat progresif, memikirkan masa depan
  • mau menerima tantangan
  • memulai sebuah kegiatan
  • inovatif

Lingkungan kerja ideal:

  • bebas dari kendali orang lain, atau dari hal-hal yang membutuhkan rincian
  • lingkungan yang berpandangan inovatif, futuristik, jauh ke masa depan
  • forum kerja yang bebas untuk mengemukakan ide dan pendapat
  • pekerjaan-pekerjaan non-rutin
  • pekerjaan dengan tantangan dan kesempatan bereksperimen

Saat Stress, cenderung:

  • menuntut
  • nekad
  • menyerang, memaksakan kehendak
  • membicarakan jasa diri terlalu banyak

Kekurangan yang mungkin ada:

  • menyalahgunakan jabatan untuk membuat orang patuh
  • memasang standar yang terlalu tinggi
  • kurang mahir dalam berdiplomasi dan memperhatikan perasaan orang lain
  • menginginkan terlalu banyak terlalu cepat

Artikel ini diupdate dari versi awal pada 24 Juli 2020.

Share artikel ini, klik: